Feeds:
Posts
Comments

Setelah lama tidak menulis kembali di blog ini, kali ini aku akan share sedikit soal linux server. Sebenarnya hal ini mungkin udah biasa bagi kebanyakan System Administrator, yaitu Subversion Server.

Subversion server adalah aplikasi yangbertujuan untuk mendukung manajemen file baik berupa source code, dokumen dan lain-lain. Aku buat contoh kasusnya, ada sebuah proyek dimana banyak programmer terlibat, dan beberapa orang mengakses file project yang sama. Nah misalkan seorang programmer akan mengubah sebuah file, pasti akan mempengaruhi pekerjaan programmer lain. Itulah sebabnya perlu ada versioning dari file yang dibuat, supaya setiap perubahan bisa ditrack dan dimanage versinya.

Untuk itulah ada Subversion. Subversion memiliki fungsi menyimpan project atau repository dan mencatat perubahan.

Aku tidak akan membahas lebih dalam mengenai fungsinya, sesuai judulnya aku akan lebih banyak membahas mengenai instalasi nya.

Kali ini instalasi akan dilakukan pada mesin Linux Ubuntu, dengan Subversion 1.4.6 dan web server Lampp(dalam hal ini saya menggunakan Xampp).

Aku asumsikan Xampp sudah diinstal di ubuntu nya. Jadi langsung saja ke instalasi SVN nya…

1. Install SVN

As usual pake gaya ubuntu yang langsung install dari repository nya di Internet.

$ apt-get install subversion

2. Create Repository

Seperti biasa repository dapat dibuat di /var/ atau /home, kali ini saya kan membuat repository setiap project di /home/svn

$ mkdir /home/svn

$ mkdir /home/svn/myproject

$ svn create /home/svn/myproject

3. Mengatur koneksi ke SVN server.

SVN server dapat diakses melalui :

  • file:/// , yaitu akses secara langsung dari lokal server ke direktori repository
  • http://, akses via web server dengan bantuan WebDAV SVN server
  • https://, akses via web server juga tapi dengan eksripsi SSL
  • svn://, akses dengan protokol SVN

Kali ini yang akan dibahas adalah akses SVN Server via website.

Install modul mod_dav_svn dan mod_authz_svn pada apache yang terdapat pada Lampp server.

a. Copy file mod_dav_svn dan mod_authz_svn.so ke /opt/lampp/modules/. By default xampp tidak memiliki modul yang satu ini, jadi anda harus mengambilnya dari Apache. Kali ini saya pakai cara install apache2 dan libapache2-svn ke ubuntu saya,

$ apt-get install apache2

$apt-get install libapache2-svn

lalu copy file mod_dav_svn dan mod_authz_svn.so

$ cp /usr/lib/apache2/modules/mod_authz_svn.so /opt/lampp/modules/
$ cp /usr/lib/apache2/modules/mod_dav_svn.so /opt/lampp/modules/

kemudian pastikan httpd meload module ini. Buka file /opt/lampp/etc/httpd.conf,

$ vi /opt/lampp/etc/httpd.conf

tambahkan baris berikut ini, pada setelah baris LoadModule ssl_module modules/mod_ssl.so.

LoadModule dav_svn_module modules/mod_dav_svn.so
LoadModule authz_svn_module modules/mod_authz_svn.so

Kemudian, tambahkan baris berikut ini susudah baris terakhir httpd.conf

# Subversion repositories

<Location /svn/myproject>
DAV svn
SVNPath /home/svn/myproject
AuthType Basic
AuthName “Subversion Repository”
AuthUserFile /etc/subversion/passwd
Require valid-user
</Location>

Dengan skrip di atas, berarti alamat untuk mengakses repository project adalah http://yourhost/svn/myproject. Kemudian restart lampp

$ /opt/lampp/lampp restart

4. Import project yang mau dibuat subversion nya

KIta misalkan project yang sedang dikerjakan semua berada di bawah direktori /opt/lampp/htdocs/testproject.

$ svn import -m "ada deh" /opt/lampp/htdocs/testproject/ http://yourhost/svn/myproject

5. Testing subversion server

Coba lah untuk mengakses subversion anda dari http://localhost/svn/myproject. Anda akan menemukan lagiproject yang sedang berjalan.

Sekian….


Beberapa waktu yang lalu aku membahas soal film Slumdog Millionare di blog ini.

Dan ternyata memang itu best film, baru saja dinobatkan sebagai film terbaik versi Academy Award 2009. Film ini meraih 8 piala Oscar. Selain sebagai film terbaik, juga meraih piala dalam kategori

Sutradara Terbaik, Lagu Terbaik, Tata Suara terbaik, Musik Terbaik, Editing Terbaik, Sinematografi terbaik, dan Adaptasi Naskah Terbaik.

slumdog2

Azharuddin dan Rubina berpose pada penganugerahan Oscar

Tapi walaupun demikian, ada fakta yang mengejutkan, saya baru tau kalau anak-anak yang bermain di film ini memang berasal dari daerah kumuh di India, dan walaupun film ini melejit, tapi anak-anak itu tetap tidak berubah kehidupan ekonominya. Sebut saja Azharuddin Mohammed, pemeran Salim Malik pada masa anak-anak, kehidupan keluarganya tetap sama, dengan rumah yang berada di pemukiman kumuh beratapkan terpal.

india4

Lihat gambar paling kanan, ayah dari Azharuddin duduk di rumah kumuh yang beratapkan terpal

Sangat bertolak belakang dengan peraihan sukses film ini dari segi pendapatan royalti dan prestasi awardnya. Jadi, ada apa ya dibalik film ini dengan realitas kehidupan sebagian besar pemainnya yg masih begitu-begitu saja? Saya jadi bertanya-tanya. Apa karena hukum kasta?

Slumdog Millionare

Kalau ditanya film apa yang terbaik dalam minggu ini yang saya tonton, sebenarnya agak bingung, karena ada dari empat yang saya tonton (The Curious Case of Benjamin Button,  SAW 5,  Seven Pounds, dan Slumdog Milionare) semua nya enak dan ceritanya menarik.

Dari keempat film itu yang pemainnya pure halak India dan settingnya di India(kalau tidak salah di Mumbai dan Bombay) adalah Slumdog Milionare. But, jangan salah kaprah, ini film bukan buatan bollywood. Film slumdog milionare ini produksi Fox Picture sebuah perusahaan film hollywood. Film ini durasinya dua jam, selama dua jam itu ga akan membosankan, ga ada menari-nari kayak di film india itu.

Film ini ceritanya ttg seorang laki-laki yang bernama Jamal Malik yang berasal dari kawasan kumuh di india(makanya judulnya slumdog, slum=kumuh). Jamal ini ikutan kuis who wants to be a millionare di salah satu saluran TV India sana. Uniknya setiap pertanyaan di kuis itu bisa dia jawab, bukan karena dia pintar atau jenius, tapi kebetulan sekali setiap pertanyaan berhubungan dengan apa yg pernah dialaminya.

Contohnya, di film itu ada pertanyaan (setelah saya indonesiakan)”siapakah diantara berikut ini adalah bintang terkenal pada tahun 1973? “, seperti kuis yg who wants to be a milionare yg kita biasa nonton  biasanya ada 4 pilihan.  Untuk menjawabnya Jamal termenung dan mengingat peristiwa sekitar tahun 1973 dimana ketika itu dia di toilet umum milik masyarakat kumuh sedang boker (red. buang air besar).  Tiba-tiba temannya teriak ada Amitha Batchan datang, sayangnya temannya mengerjai dia dengan mengunci pintu toilet yang seperti rumah panggung di atas rawa itu.

Nah kebetulan dia fans berat Amita Batchan, sampai-sampai dia punya fotonya yg dibawa kemana-mana. Karena toilet terkunci, dia menyadari jalan keluar cm lompat dari bawah, alias ke lewat lubang papan buat negluarin feces (bahasa awamnya= taik). Akhirnya dengan penuh tekad dia pegang foto Amita Batchan sambil lompat sambil tutup hidung melalui lobang papan ke kubangan taik yang di bawah toilet itu. Lalu keluar dan berlari ke kerumunan orang-orang yg lagi minta tanda tangan Amita Batchan, alhasil orang-orang kebauan dan dia dengan mudah minta tanda tangan Amita Batchan(Anehnya dalam film ini Amita Batchan kok kayak ga kebauan ya, :D ).

Kembali ke kuis tadi, habis ingat peristiwa itu, Jamal pun memilih salah satu jawaban yaitu “Amitha Batchan”, dan jawabannya benar dan berhak maju ke pertanyaan berikutnya.

Film ini termasuk lengkap, ada komedi, adventure(ketika Jamal dan abangnya naik kereta dan terjatuh di depan Taj Mahal, lalu ganti profesi jadi  pemandu wisata), romantic(kisah cinta Jamal yang penuh perjuangan), action(waktu Jamal dan abangnya berkelahi dengan Mafia kelas teri demi menyelamatkan gadis bernama Latika). Pokoknya ga akan nyesal lah nonton film ini.

Finally Jamal memenangkan hadiah tertinggi di who wants to be a milionare india , 20 Juta Rupe(kalau di Rupiah kan berapa ya).

Buat yang belum nonton, you better watch this, very good film. Oh iya, ternyata ada menari-narinya kayak di film india yang lain, tapi tenang aja cm pas ending kok, waktu ngelurin daftar pemainnya, :D .

Sidang Skripsi

Sabtu 31 Januari 2009, menjadi hari yang penting bagiku. Kira-kira jam 11.30 sampai 12.40 aku menjalani sidang skripsi untuk meraih gelar sarjana di Binus University.

Topik kami adalah Digital Dashboard Design of PT. M Cashback Indonesia.

Sebelum mulai sidang, aku dan kelompokku (Bernad dan Awal) nungguin antrian sidang di luar ruang sidang. Wajah Bernad dan Awal kelihatan gugup, sangkin gugupnya mereka bolak-balik ke toilet buang air kecil. Sampe akhirnya stok air di tubuh mereka berkurang alias kehausan, dan masalahnya kita tidak nyetok air minum. Finally mereka mengeluh kehausan dan kelaparan, berhubung pagi cm makan roti.

Jam 11.30, kami diminta masuk ke ruang eksekusi, heheh kayak mau dihukum aja. Lalu disuruh duduk di kursi pesakitan, dan tiba-tiba dosen nunjuk aku yang presentasi. Terang aja, aku shock, karena tidak ada persiapan (NB: sebelumnya yg kami rencanakan yg presentasi adalah bang Awal). Dengan langkah bercampur gugup dan bingung, aku maju ke panggung presentasi. Aku cm ingat satu hal, presentasi jangan lebih dari sepuluh menit. Oke, aku improptu saja, dan kurang dari sepuluh menit presentasi selesai dan sepertinya penguji impressed,heheh puji Tuhan.

Abis presentasi, bernad melakukan demo aplikasi yang kami rancang. Nah pas demo, ada sedikit error, tapi untungnya penguji bisa dikelabui sedikit, jadi errornya tidak kelihatan, heheh.

Nah, bagian terakhirnya, yang paling mendebarkan, percis posisi terdakwa di persidangan, kami duduk di depan 2 penguji yaitu Pak Win Ce dan Pak Hartono. Sebagai catatan Pak Win Ce adalah ketua software development di Binus, dan teman kami sudah ada yang pernah digagalkannya di sidang dan disuruh ngulang. Kemudian Pak Hartono sudah terkenal sebagai jawara di bidang data warehouse dan Business Intelligence. Pokoknya mereka berdua ekspert di bidang mereka.

Masuk ke bagian tanya jawab ini, kami digilir dengan pertanyaan bertubi-tubi dan harus cepat dan tepat dijawab. Baru dimulai kami sudah dikritik habis-habisan soal dokumen yang formatnya berantakan, untung dimaklumi karena kami laki-laki semua. Waktu giliran pak Win Ce menginterogasi kami, semua masih bisa kami jawab. Begitu masuk pertanyaan Pak Hartono, pertanyaan seputar Data Warehouse, EIS, SIM dan DSS agak sulit dijawab. Karena sangat teknis dan teoritis serta mendalam. Puji Tuhan, kami berdamai(heheh, udah kayak baru perang aja) dengan Pak Hartono walaupun terjadi perdebatan.

Kira-kira jam 12.40 kami disuruh keluar, karena penguji sedang melakukan penilaian. Lima menit di luar menunggu rasanya, puas, takut, dan penasaran bercampur. Akhirnya kami dipanggil masuk lagi, dan pertama kami dimintai komentas seputar sidang, dan nilai kami dibacakan.

Puji Tuhan kami dinyatakan lulus dengan nilai yang mantap pula…detailnya tak usah kukasi tau lah. Pokoknya satu bagian sulit terlalui dan kami melaluinya dengan baik. Thanks Jesus. Terima kasih juga buat semua yang sudah mendukung dan mendoakan.

Ya kami baru saja menebang satu pohon. Kami maksudnya adalah aku dan teman-teman sekelasku di Binus-Astra yang sedang menyelesaikan skripsi kami. Tanggal 24 ini adalah tanggal akhir pengumpulan skripsi sebelum disidang.

Nah kami sekelas baru menebang satu pohon untuk kami pakai. Hm… jangan bayangkan kami menebang beneran pakai golok atau gergaji. Kami hanya menghabiskan kertas yang kira-kira sampai dibuat dari bahan dasar satu pohon.  Begini perhitungannya….

Satu kelas kami terbagi kalau tidak salah 8 kelompok skripsi. Masing-masing kelompok di  kelasku yang aku tau, membuat skripsi kira-kira terdiri dari 200-400 lembar, oke anggap saja 200 lembar rata-rata.

Nah, untuk pra sidang setiap kelompok harus mencetak 3 rangkap ditambah 1 rangkap untuk dipelajari. artinya setiap kelompok akan menggunakan 4 x 200 lembar, jadi 800 lembar kurang lebih dipakai masih buat pra sidang ini saja untuk per kelompok.

Dengan 800 lembar itu belum termasuk kesalahan ketik yang terdeteksi pada detik-detik akhir pencetakan, dimana kadang-kadang membuat pusing kepala ini karena harus mencetak ulang. Oke anggap saja dengan kesalahan tersebut konsumsi kertas menjadi 1000 lembar per kelompok.

Dengan ada 8 kelompok di kelas kami, berarti kami sudah menghabiskan 8000 lebih lembar kertas hanya untuk pra sidang kami.

Taukah anda, dari beberapa sumber saya ketahui satu pohon bisa menghasilkan sekitar 8000 lebih lembar kertas. Artinya dalam tahap pra sidang ini kami sudah menebang satu pohon .

Bayangin saja, di BINUS ada berapa kelas atau berapa kelompok yang sedang skripsi.., mungkin saja dalam waktu bersamaan ini mahasiswa binus yang sedang skripsi sedang membabat puluhan pohon dari sebuah hutan, …, kalau setiap universitas seperti ini… wah hutan lama-lama bisa tidak kuat memenuhi maunya manusia, ditambah lagi pembabatan liar di hutan untuk keuntungan para cukong-cukong kayu selundupan.

Hmmm… kenapa tidak pakai softcopy saja ya semua… kan beres. Apalagi BINUS percuma sudah terkenal sebagai kampus IT.

Kalau sudah begini duitku juga yg terkuras buat skripsi…

Older Posts »