Ah, beneran deh ini hal yang cukup melelahkan dan agak menakutkan. Beberapa kali aku tidur mengalami seperti ditindih sesuatu(bukan sedang ditindih benda atau orang lho), pas mau bangun sepertinya susah kali. Badanku tidak bisa bergerak, padahal alam sadarku udah bangun dan sudah ingin menggerakkan badan, tapi badanku sepertinya berat sekali.
Nah, beberapa orang yang pernah mengalami berpendapat itu karena ada roh halus yang menindih kita saat tidur. Malah mereka berpesan “makanya, berdoalah sebelum tidur”.
Beberapa mitos serupa juga ada di negara lain, bukan hanya di Indonesia:
- Orang Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back atau roh halus menduduki bahu orang yang tidur.
- Orang Turki bilang, ad ahantu yang mengambil nafas orang yg mengalaminya, disebut juga karabasan.
- Orang Malta bilang, gangguan tidur ini karena serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
- Orang Chinabilang gui ya shen alias hantu yang menekan tubuh seseorang.
- Orang Kamboja, Laos dan Thailand bilang kalau ada hantu yang menahan orang tidur suapay tinggal di alam hantu
- Orang Meksiko bilang se me subio el muerto atau ada arwah orang meninggal menempel.
- Orang Jepang menyebutnya kanashibari dimana seseorang diikat oleh makhluk halus.
Namun aku kurang percaya dengan mitos-mitos roh halus semacam itu. Makanya aku sudah mencari fakta dan pendekatan dari segi kesehatan mengenai fenomena tidur ketindih ini.
Nah, pendekatan dari segi kesehatan, fenomena ini disebut sebagai Sleep Paralysis. Dimana kondisinya percis seperti yang saya alami, tidur lumpuh, saat mau bangun badan ini berat sekali untuk diangkat, seperti ditahan oleh sesuatu.
Fenomena ini biasa dialami manusia pada usia 14 tahun ke atas. Penyebabnya antara lain adalah:
- Tidur telentang menghadap ke atas
- Stress
- Kurang tidur atau kelelahan(makanya Amrin, jangan suka tidur larut malam kau, kurangi project mu itu).
Nah gangguan tidur ini menandakan ada fase tidur yang tidak benar. Teorinya tidur itu ada empat fase,
- Fase pertama, orang ngantuk atau setengah sadar.
- Fase kedua, tidur ringan, ibaratnya belum terlelap benar, ibarat digangguin tidur, bakalan marah besar, nanggung soalnya.
- Fase ketiga, tidur lebih dalam, benar-benar terlelap belum masuk fase mimpi, ibaratnya dibangunin juga susah, klo diganggu, bakalan ngamuk besar-besaran(siapa yang ga kesel, enak-enak tidur digangguin).
- Fase keempat, REM(Rapid Eye Movement), tidur udah nyenyak benardan mulai bermimpi.
Kalau orang yang mengalami Sleep Paralysis, biasanya dia mengalami fase satu dan dua, lalu melompat ke fase empat. Jadi pikirannya belum sepenuhnya tidur, tidak sinkron proses istrahat tubuhnya dan istrahat pikirannya. Jadinya, pas mau bangun, pikirannya juga udah bangun, tapi badannya ga sepenuhnya terbangun, jadinya jadilah merasa seperti ditindih.
Itulah yang aku ketahui dari berbagai sumber. Sekedar saran, supaya tidur kita enak, jangan bawa pikiran masalah-masalah saat akan mau tidur, bebaskan pikiran kita dulu, lalu atur jadwal tidur yang baik, jangan kelebihan atau kekurangan(tapi kalau dikejar deadline ya sudah lah, terpaksa heheh).
Referensi yang juga menarik untuk dibaca:
aku salah satunya nih..
ternyata gitu toh ya..karena langsung lompat..heeheh, ilmuku nambah ni bang.